Rabu, 04 Januari 2012

[#ISL 2000% FULL ADEGAN FISIK!!] ada aksi MENANDUK WASIT saat Arema RK vs Persiram

0 komentar
Share this history on :
Quote:


[imagetag]

[imagetag]


Rabu, 04 Januari 2012 17:33:20 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara


Malang (beritajatim.com) - Ditandai dengan ricuh antarpemain, keluarnya satu kartu merah, dan kekerasan terhadap wasit, Arema Indonesia ditahan tim tamu Persiram Raja Ampat dengan skor 2-2, di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (4/1/2012). Secara dramatis, dua gol tercipta di menit-menit akhir.

Babak I

Memakai kostum kebesaran biru-biru, tuan rumah Arema Indonesia tampil menekan saat wasit Jerry Elli dari Bogor meniup pluit babak pertama dimulai. Formasi 4-4-2 yang dimainkan Wolfgang Pikal, membuat gaya permainan tuan rumah cukup efektif. Namun, 7 menit awal babak pertama berlangsung, belum satupun peluang terciptanya gol tuan rumah. Sebaliknya, pertahanan rapat Persiram, mampu menahan laju serangan yang dibangun Singo Edan.

Di menit 10, Arema nyaris menjebol gawang Persiram saat kemelut terjadi di depan mulut gawang tim Papua itu. Sayangnya, umpan datar dari dalam titik putih yang dilakukan Dicky Firasat tidak disambut satupun pemain Arema sehingga bola bebas menggelinding deras di depan mulut gawang Ari Kurniawan.

Ribuan Aremania nyaris berpesta pora saat menit 16, umpan silang Rodrigo Santoni dari sayap kiri pertahanan Persiram, tepat di kaki Marcio Souza. Sayangnya, mantan pemain Persela itu lebih memilih langsung menyambut umpan silang Rodrigo. Hasilnya, tembakan kerasnya hanya melambung diatas mistar gawang.

Terus mendapat tekanan tuan rumah, Oktovianus Maniani dan kawan-kawan coba mengambil inisiatif serangan. Namun, ketatnya perebutan bola di lapangan tengah membuat alur permainan Raja Ampat mudah terbaca para pemain Arema.

Tim Singo Edan nyaris kebobolan saat tendangan mendatar Bomsong di menit 23, masih tipis di sisi kiri gawang Rudi Ardiansyah. Solo run hasil umpan satu dua pemain Persiram itu membuat Bomsong leluasa menunjukkan kelasnya dengan tendangan keras menyusur tanah.

Stadion Kanjuruhan akhirnya bergemuruh saat gol Arema tercipta di menit 28. Melalui tendangan keras Ferry Aman Saragih dari luar kotak penalti, gol spektakuler itu mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Arema.

Gol tercipta berkat umpan silang dari Rodrigo. Bola liar di mulut gawang, sempat ditinju kiper Persiram. Bola liar deras keluar dari kotak penalti, akhirnya disambut tendangan gledek pemain bernomor punggung 19 itu dan bersarang di pojok atas sisi kiri gawang Ari Kurniawan

Arema nyaris menambah sebiji gol kala tendangan keras Marcio Souza, menit 32, membentur mistar gawang Persiram. Memanfaatkan bola mati setelah Souza dilanggar Sanun Al Qadri yang berbuah kartu, mantan pemain Persela tak menyiakan kesempatan itu. Tendangan keras membentur mistar, membuat Ari Kurniawan harus jatuh bangun menahan gempuran para pemain Singo Edan.

Tertinggal satu gol, pelatih Raja Ampat, Bambang Nurdiansyah pun gusar. Sambil berdiri di pinggir lapangan, mantan pelatih Arema itu meminta anak asuhnya untuk berani keluar menyerang. Sesekali Bambang Nurdiansyah meminta para pemain tengahnya untuk maju guna menyamakan kedudukan. Hanya saja, kuatnya pertahanan Singo Edan membuat serangan demi serangan para pemain Persiram, selalu kandas di tengah jalan.

Peluang Raja Ampat tercipta di menit 38. Tendangan bebas dari luar kotak 16 yang dialgojoi Sanun Al Qodri, masih bisa membentur pagar hidup pemain Arema. Hingga wasit meniup pluit tanda turun minum berlangsung, kedudukan masih 1-0 untuk tuan rumah Arema Indonesia.

Babak II

Memasuki babak kedua, instruksi pelatih Raja Ampat, Bambang Nurdiansyah pada anak asuhnya mencoba menyamakan kedudukan. Dua menit babak kedua berlangsung, peluang demi pelung tercipta.

Lewat tendangan kaki kanan Benson di menit 46, bola masih cukup mudah ditangkap penjaga gawang Arema, Rudi Ardiansyah. Satu menit kemudian, giliran sepak pojok Persiram gagal dimanfaatkan para pemain berkostum kuning-kuning itu.

Melalui sepakan Okto Maniani, bola liar hasil tendangan sudut mengarah pada Nasution Q. Sayangnya, solo run Nasution yang diakhiri umpan lambung, juga masih bisa digagalkan para pemain bertahan tuan rumah. Sebaliknya, Singo Edan nyaris menggandakan keunggulan andai Rodrigo Santoni tidak terjebak offside di menit 49.

Umpan manis dari kaki Dicky Firasat, tepat mengarah ke kaki Santonin yang sudah lebih dulu terperangkap offside. Aremania nyaris bersorak kala mantan pemain sayap Persebaya Surabaya, Arif Arianto di menit 55, lolos dari jebakan offside yang mulai diperagakan Persiram.

Bola terobosan membuat Arif memenangi sprint. Pemain sayap Singo Edan ini bahkan sempat mengecoh penjaga gawang Raja Ampat. Sayangnya, tendangan keras Arif, masih membentur mistar gawang sebelah kanan pertahanan Ari Kurniawan. Mendapat tekanan tuan rumah, Bambang Nurdiansyah mulai merotasi pemainnya.

Striker asingnya Jeon, ditarik keluar dan digantikan pemain depan cadangan, Aidin Heimi menit 56. Hasilnya, gaya permainan Persiram mulai berkembang. Aksi individu Okto Maniani juga mulai diperlihatkan yang posisinya, sedikit naik ke atas menopang dua targetman Persiram, yakni Nasution Q dan Bomsong.

Sorak sorai aremania nyaris membuncah kala tendangan Marcio di menit 66 masih membentur mistar gawang. Umpan berbau spekulasi dari bola mati itu sempat diraih kiper Raja Ampat. Bola mental justru mengarah pada Firmansyah yang berdiri bebas.

Sayang, tandukan Firmansyah digagalkan mistar atas gawang Persiram. Keasyikan menyerang atau terpana memperoleh peluang membuat para pemain Raja Ampat buru-buru mengirimkan umpan silang jauh ke tengah. Bola yang singgah di kaki Bomsong membuat pemain bernomor punggung 5 itu tidak bisa dihentikan.

Bomsong yang terus berlari hingga ke titik putih gawang Rudi Ardiansyah, akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit 66 menjadi 1-1. Tendangan keras menyusur tanah dari kaki Bomsong, gagal ditepis penjaga gawang Arema.

Skor sama kuat 1-1 membuat pelatih Arema Indonesia mulai panik. Pikal terpaksa mengganti Dicky Firasat di menit 71 dan memasukkan pemain tengah, Dudi Hidayat. Digantinya pemain depan dengan pemain tengah itu, membuat kesan Singo Edan mulai merancang strategi bertahan dan untuk menghindari kekalahan.

Tendangan bola-bola mati yang dihasilkan Souza memang menjadi andalannya selama ini. Di menit 74, Sozua nyaris membuat assit terciptanya gol saat tendangan kaki kanannya, disambut heading cantik pemain belakang Arema, Semme Patrick. Sekali lompat, tandukan Semme sudah luput dari jangkauan kiper Raja Ampat.

Sayangnya, bola tandukan Semme masih membentur mistar gawang dan urung berbuah gol. Mampu menyamakan kedudukan, membuat mental bertanding Oktomaniani dan kawan-kawan bangkit. Terbukti sejumlah peluang mampu dihasilkan Persiram.

Insiden kecil akhirnya terjadi di menit 80. Berawal dari pelanggaran di pinggir lapangan antara Bomsong dan Sakai. Insiden itu berawal saat bola sudah meninggalkan lapangan. Namun, entah Sakai menginjak kaki Bomsong sehingga pencetak gol Persiram itu emosi.

Bomsong sempat mendorongkan tubuhnya ke arah Sakai yang sedang jongkok. Dalam sekejap, Sakai pun terguling. Wasit Jerry Ali yang melihat kejadian ini akhirnya mengeluarkan kartu merah setelah lebih dulu terjadi debat mulut.

Tak terima diganjar kartu merah, Bomsong menanduk wajah wasit asal Bogor itu. Suasana pun panas. Kedua pemain sama-sama coba meredam. Official Persiram yang ikut terpancing, membuat pertandingan sempat dihentikan beberapa menit lamanya. Bomsong yang masih emosi, tak mau meninggalkan lapangan. Ia memilih tetap duduk dibangku official dan menghardik inspektur pertandingan. :takuts

Melihat ulah Bomsong yang tidak terpuji, sejumlah Aremania meradang dan mencaci Bomsong yang tidak mampu mengontrol emosinya. Ketegangan akhirnya mereda setelah Bomsong keluar lapangan dan masuk ke dalam kamar ganti pemain.

Meski main dengan 10 orang, Arema Indonesia tak mampu keluar dari tekanan. Justru di menit 88, Persiram unggul 2-1 setelah pemain pengganti Nasution Q, sukses melesakkan tendangan di dalam kotak penalti Arema. Gol berawal dari umpan sodoran. Nasution yang tidak terkawal, sukses mencuri gol dan membawa Raja Ampat unggul dengan 1-2.

Arema pantas bersyukur pada Semme Patrick. Beberapa menit saat tambahan waktu akan tiba, tendangan Semme berbau spekulasi, melambung tinggi dan merubah kedudukan menjadi 2-2. Atmosfir pertandingan yang sudah panas sejak awal babak pertama, memancing reaksi ribuan Aremania yang ada ditribun VIP. Saat wasit meniup pertandingan bubar, seluruh tim pengamanan terpaksa melindungi wasit asal Bogor. [yog/but]

http://www.beritajatim.com/detailnew...emain_Persiram

wah mantep ada yang punya video replay Wasit nya di tanduk sama pemain persiram ini ga?:D

gile beneran Rame bener yang nonton :matabelo:

frank168 04 Jan, 2012

Mr. X 04 Jan, 2012
-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/isl-2000-full-adegan-fisik-ada-aksi.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Baik dan Apabila Anda Tidak Memiliki Akun Google Silahkan Pilih Setting Anonymous dan Silakan Berkomentar Terima Kasih